Terong adalah tanaman asli India. Dinamai eggplant oleh dunia Barat karena bentuknya menyerupai telur dan berwarna putih (sebelum mengalami pengembangbiakan seperti sekarang). Penggunaannya di dapur orang Asia baru dimulai sekitar tahun 3. Indonesia sendiri masuk lima besar produsen terong di dunia setelah Cina, India, Mesir, dan Turki.
Terong termasuk golongan berry karena memiliki banyak biji kevil yang lembut. Biji ini layak konsumsi namun rasanya pahit karena mengandung nikotin. Ia juga "saudara dekat" kentang dan tomat. Secara umum, terong tergolong sayuran, namun secara ilmu botani, terong termasuk buah-buahan.
Nah, bagaimana memilih terong yang baik, dan bagaimana mengolahnya?
1. Baiknya membeli terong yang segar dengan permukaan kulit mengilat, tidak layu, dan keras agar semua manfaat bisa didapat.
2. Kalau ingin yang tak terlalu pahit, pilih yang masih belum matang..
3. Jangan membeli terong dengan bintik-bintik coklat.
4. Terong yang segar tak terlalu lembek jika ditekan dengan jari. Untuk memastikan bijinya tidak kering, ketuk-ketuk kulitnya dengan buku jari. Jika bunyinya kosong, jangan dibeli, ya.
5 Seiring bertambah umurnya, terong mudah busuk dan pahit. Karenanya, simpan di tempat dingin yang kering, dan jangan lupa dibungkus dengan plastik. Gunakan tak lebih dari 2 hari setelah membelinya. Sebelum mengolahnya, keluarkan dan diamkan di suhu ruangan terlebih dahulu.
6. Tak semua orang bisa memakan terong mentah. Usahakan memasaknya dulu sebelum dihidangkan. Karena terong mengandung racun solamine yang bisa menyebabkan alergi.
(Tabloid NOVA/Nuraini W/Astrid Isnawati)





